Wawancara Singkat Seputar Bisnis Impor

By | 23/12/2015

2015-11-20 19.50.35Anda akan menyimak wawancara singkat saya dengan Samian Pacing, beliau adalah salah seorang pakar bisnis di bidang import yang sudah berpengalaman dan banyak membantu importir lokal dalam pengadaan barang dari berbagai negara, khususnya dari China. Sebagai seorang importir, kejeliannya melihat market sudah teruji di tambah lagi dengan kemampuannya mencari sumber produk dan negosiasi dengan supplier membuat nama Samian Pacing sebagai seorang importir cukup melegenda

Hallo Mas Samian.. Terimakasih sudah berkenan untuk berbagi, sesuai dengan obrolan kita tadi malam.. Kita lanjutkan ya, mungkin teman-teman pembaca ada yang belum mengenal tentang mas Samian Pacing dan sepak terjangnya nih.. Boleh cerita mas, kapan sih mulai terjun ke dunia import? Kenapa pilih terjun di bisnis ini?

Sebelum menjawab lebih jauh, perkenalkan dulu. Nama saya SAMIAN PACING. Saya Tinggal di dua negara, tepat nya di Surabaya dan di Malaysia. Anak satu, mau dua, dan Istri (masih) satu, dan pekerjaan utama saya adalah pedagang online, nyambi sebagai importir, saya juga aktif di internet marketing sejak kuliah dulu.

Sebenarnya saya bisnis impor ini belum lama, dimulai sekitar akhir tahun 2007. Saat itu saya sudah mulai mendatangkan barang ke Indonesia, awalnya sih iseng2, saya coba jual pakai iklan baris dan di forum2, ternyata laris. Dari situ lah saya mulai sering belanja di luar negeri. Baik untuk dipakai sendiri maupun dijual kembali. Cuma masih skala kecil dan karton an. Tapi sejak 2014, saya sudah merambah ke kelas cargo ( via kapal laut ), kalau dulu lewat udara, seringnya lewat EMS dan DHL. Karena tidak tahu cara nya, cari guru pun sulit. Jadi walaupun cost impor nya mahal, tetap saya jalani. Berjalannya waktu, ketemulah suhu yang mau mengajari. Padahal suhu tersebut sudah saya rayu sejak 2011 dulu, tapi mau membocorkan ilmu nya baru tahun 2014.

Tuh kan, ilmu itu mahal. Hehehhee….

Kenapa saya memilih bisnis ini? Bisnis ini sebenarnya sangat luar biasa. Potensinya sangat besar, apalagi negara kita ini, penduduknya sangat banyak ( statistik 2015, penduduk RI sudah mencapai 250juta ). Pangsa pasar terbesar ke empat setelah china, india, amerika serikat, baru lah indonesia. Penduduk yang segini besar, tentu kebutuhannya sangat beragam. Mulai kebutuhan pokok sampai kebutuhan gaya hidup. Kita dapat memenuhi 0,0005 persen saja, itu sudah bisa membuat kita “berkecukupan”.

Berawal dari sini, dulu MENCOBA dan ternyata laris, terlintas dipikiran saya, kenapa saya tidak menekuni bisnis ini? Dari minat ini lah saya banyak belajar dan bener2 all out. Apalagi profit nya sangat menggiurkan. Anda bayangkan, profit yang kita dapat, minimal 100%. Sedangkan kalau kita jadi reseller atau kulak sendiri di indonesia, keuntungan paling2 Cuma 25% hingga 60%. Kalau impor sendiri, Untuk produk tertentu bisa diatas 500%. Tapi rata-rata ya 250% profit nya.

Untuk pemula yang baru belajar import, menurut Mas Samian apa saja yang harus di siapkan? Mungkin berapa modalnya, atau ilmu ilmu apa sih yang harus di pelajari supaya bisa jadi expert dibidang import seperti Mas Samian?

Saya belum expert mas, saya juga masih terus belajar. Semakin tahu rasanya diri ini semakin bodoh. Untuk menjadi importir, persiapan pertama adalah MENTOR atau GURU yang sudah berpengalaman dan kredibel. ITU PENTING, karena jika anda hajar tanpa mentor, resiko nya terlalu besar, kecuali anda siap rugi dan menghadapi resiko2 lainnya. Apalagi sekarang banyak sekali fake manufacturer atau pabrikan palsu. Jika anda tidak jeli, bisa kena tipu. Uang anda kirim, kabur orang nya. Sakitnya tuh disini… ( sambil pegang saku celana bagian kanan belakang ). Saya dulu juga berani mati waktu memulainya, tapi akhirnya babak belur. Beberapa kali Kena tipu, barang tidak sampai, dikirim tidak sesuai pesanan, bahkan diperas oleh kurir nya. Maksudnya, ditarik lebih mahal dari yang seharusnya, karena ketidak tahuan kita. Asal percaya sama kurir nya.

Jika anda ada mentor, insyaallah aman, karena ada yang membimbing dan mengarahkan anda, ada tempat untuk konsultasi. Tentu ini meminimalisir resiko. Dan yang PALING MAHAL adalah pengalamannya, gimana supaya anda tidak terjatuh ke jurang yang sama. Anda bisa belajar lebih banyak dari guru tersebut, supaya tidak mengalami hal yang sama, yang mungkin saja bisa terjadi pada diri anda jika nekat tanpa mentor.

Soal modal, relatif sih mas.pertanyaannya adalah, anda mau jadi importir apa dulu? Kelas teri, kelas tongkol atau kelas paus? Kelas teri sih pengalaman saya, dibawah 10 juta cukup, bahkan 2 juta pun oke. Kalau kelas tongkol ya dibawah 1 Milyar. Kalau kelas paus modal diatas 1 M. Nah ini nih yang bisa mengguncang pasar, kelas paus ini yang mengguncang pasar dan seringkali jadi patokan harga.

Jadi modal utama bisnis ini adalah ilmu dan pengalaman. Uang itu nomor dua. Kenapa nomor dua, kalau anda ada uang, tapi gak ada ilmu, bisa ketipu atau kena masalah. Tapi kalau ada ilmu insyaallah peluang akan selalu datang dari orang di sekitar anda. Contoh kecil saja, jika tetangga anda orang kaya, mau nikahkan anaknya, butuh oleh2 dalam jumlah ribuan pcs. Maka anda tinggal tawari saja, sambil bawa gambar produk, mau oleh2 yang mana pak/bu. Saya bs datangkan ini semua dalam waktu seminggu ( jika via pesawat ). Silahkan bayar dulu DP nya 30%. Uang yang 30% ini anda belanjakan, begitu barang datang, pelunasan sambil menyerahkan barang. Anda sudah dapat 70%. Cuma modal gambar doang. Hahahha…. enak apa enak?

Soal ilmu nya, susah dijawab, karena ilmu impor itu kompleks, lebih kompleks dari ilmu internet marketing. Karena dalam dunia impor, kita harus faham istilah2 dan bahasa perdagangan international, itu pun ada term yang di sepakati secara international, pengkodean barang, kemudian negosiasi harga dan spek produk, riset pasar, riset permintaan, pengiriman, pajak, asuransi barang dan lain sebagai nya. termasuk bagaimana menjualnya. Itu lah guna nya guru atau mentor. Anda belajar ke guru anda jika anda sudah punya. Jangan maju sendiri, bisa babak belur. Kecuali anda siap menanggung kerugian.

Untuk pemula, biasanya kan bingung produk apa yang bagus pasarnya.. Cara risetnya bagaimana mas?

Untuk riset, yang pertama anda harus ketahui adalah trend, kemudian permintaan. Anda harus tahu, ini produk trend nya seperti apa? Trend nya first entry / pioneer, atau lagi jadi topic trending ( HOT MARKET atau sudah lesu atau menurun. Ini wajib diketahui dulu.

Kalau trend sudah dipegang, tinggal kita riset permintaannya. Caranya? Ada banyak sekali metode riset, saya kasih contoh yang paling sederhana. Karena riset ini paling panjang teknik nya, dan ini adalah ilmu inti dari proses impor, jika kita salah riset, maka resiko nya barang tidak laku. Saya pernah mengalami nya.

CARA RISET SEDERHANA adalah Tanya lah teman anda, mereka bisnis apa. Dari sini sebenarnya anda sdh bisa tahu potensial profit nya permintaan per bulan nya berapa, dia bisa menjual berapa, dia kulak berapa, dia jual berapa. Bisa digali dari sini. Bahwa produk ini layak jual atau tidak.

Contoh sederhana : ada teman saya yang jualan alat tulis, perbulan dia bisa menjual sekian ribu biji, kulakan nya Cuma beberapa ribu rupiah, jualnya bisa puluhan ribu rupiah, dan yang paling penting, ini bisa di duplikasi serta barang habis pakai. Maksudnya, bayangkan anda impor sendiri yang profitnya ratusan persen, kemudian punya reseller atau pasukan penjualan seperti teman tadi dan jumlahnya ada puluhan bahkan ratusan. Bayangkan berapa omset anda? Kemudian, setiap bulan membeli lagi dari anda. Bisa bayangkan kan anda? Contoh : anda impor ban motor, berapa jumlah motor di Indonesia, dan tiap beberapa bulan pasti ganti. Bayagnkan lagi jika anda punya sales force seluruh indonesia, gimana? Berapa omset anda? Hitung sendiri lah.

Hal hal kecil seperti ini, hanya bisa di dapat dari orang yang pengalaman, karena tidak di tulis di dalam buku ekspor impor. Buku ekspor impor hanya membahas tentang peraturan dan perundang-undangan. Seringkali tidak membahas kondisi dan kenyataan dilapangan.

Jadi riset itu gak perlu ribet, disekitar anda ada banyak sekali yang bisa di garap dan jadi duit. Seringkali ketika saya membuat PO atau pending order, banyak customer yang nyeletuk ngasih ide, misalnya nih, saya jualan perlengkapan dapur, ndilalah ( tiba tiba ) ada yang nyeletuk, pak, bapak impor blender nggak? Bapak impor alat cetak kue nggak? Bahkan ada yang nyeletuk, pak, bisa carikan produk perlengkapan PET nggak? Darisini sudah muncul idea nya, kemudian kita siapkan kata kuncinya, terjemahkan kata kunci, kemudian synonimnya, kemudian bahasa gaulnya, dan sampai data terinci prediksi permintaan, dari history search nya, kemudian cek dan riset di situs pesaing, disitus marketplace asing dan banyak lagi metode dan langkah2nya. Kalau orang IM PASTI TAHU lah. Termasuk sampean mas. Pasti sudah pengalaman.

Terus terang saya keberatan untuk mengungkap teknik2 nya, lagi pula terlalu panjang kalau di tulis disini. Kalau soal idea produk, bisa dari mana saja.

Saya pernah dengar, kalau kita tidak hati hati ternyata bisa juga kita bertemu dengan supplier nakal di China (negara produsen lain). Mas Samian punya trik khusus untuk menghindarinya?

Betul sekali, jika kita tidak hati hati, siap siap di telan oleh supplier atau pabrikan palsu. Dulu awal2 saya impor, pernah mengalami. Saya dapat dari internet, dari Alixxxx. Record di profilnya sangat meyakinkan, begitu saya datangi, eh ternyata Cuma ruangan 4 x 10 meter, tidak ada mesin produksi, tidak ada show room, tidak ada karyawan lain, ternyata usut punya usut, dia Cuma makelar, serius saya pernah ngalamin hal spt ini. Ternyata dia Cuma makelar yang ketika ada order, dilempar ke pabrikan lain atau dibelikan di supplier resmi. Ini penting, makanya kalau mau jangka panjang, kita harus nemui dan lihat langsung kondisi di china nya sana. Makanya ini lah fungsi nya ikut tour ( maaf bukan promosi ), tapi serius, dengan pergi ke china, kita bisa cek langsung partner bisnis kita, ingat, bisnis bukan sehari dua hari, tapi buat jangka panjang, makanya kita harus memastikan bahwa partner yang kita pilih adalah tepat. Apalagi jika menginvestasikan uang dan tenaga di bisnis ini.

Yang kedua, jangan membayar barang anda sebelum tiba di gudang anda di china, ngasih DP pun sedikit saja. Agar seandainya anda batalkan order anda,( mungkin karena sebab tertentu ), anda tidak rugi apapun.

Yang paling aman adalah, anda harus ada agent atau perwakilan di china. Murah kok fee nya mereka, antara 3-5%. Semua tentang pencarian barang, pengiriman dan negosiasi dengan pabrik dia semua yang urusi. Enak bukan?

Setelah sampai di level pengiriman, kadang ada importir yang bermasalah dengan dokumen atau pajak. Menurut Mas Samian, apa saja yang harus di siapkan agar memperkecil resiko semacam itu?

Soal pajak ini, sesuai level nya mas. Seperti yang saya bilang tadi, kalau level teri, pajak sudah di hitungkan oleh pihak pos/dhl. Anda tinggal bayar saja sesuai yang tertulis, kalau kelas tongkol, anda bisa minta bantuan perusahaan jasa kepabeanan, dia yang akan handle ini semua. Sedangkan kelas paus, anda harus tahu bagaimana menghitung PDRI seperti bea masuk, menghitung pajak ppn , ppnbm dan fee tak terduga lain nya. Termasuk mensiasati HS Code nya, bagaimana menggolongkan barang yang tepat, agar pajaknya tidak mencekik leher, kemudian bagaimana strategi permainan invoice dan lain sebagainya. Anda harus tahu semua itu jika mau jadi pemain besar.

Termasuk mempersiapkan lisensi atau perizinan sesuai ketentuan dari barang yang anda impor. Contoh kecil, jika anda impor casing HP, beda dengan impor HP. KENAPA? Karena impor sparepart hp atau accesories jauh lebih mudah dibanding impor hp nya, karena persyaratan pemerintah harus ada izin dari dirjen postel, harus ada label dan panduan berbahasa indonesia, harus ada sertifikat garansi, harus ada layanan after sales nya. Dan masing2 persyaratan itu membutuhkan biaya dan tenaga ekstra untuk mengurusnya. Jadi lebih baik ambil saja yang dokumen nya tidak ribet. Seperti casing, lensa fish eye, kaca, IC, baterai dan lain2.

Semua kembali ke kelas nya. Kalau tidak ingin kena masalah, anda harus tahu barang apa saja yang masuk dalam pembatasan, apa saja yang dilarang, jangan sampai anda impor barang yang dilarang atau dibatasi.

Pernah ngga Mas Samian merasa kesulitan di bisnis import nya? Biasanya kesulitannya apa dan cara mengatasinya bagaimana mas?

Kesulitan selalu ada, tapi sesuai jam terbang, semua itu bisa diatasi dengan mudah. Kesulitan? Banyak sekali, makanya jangan jadi importir, biar saya aja yang jadi importir, hahhahaha…. becanda mas. Kesulitan biasanya, ketika kebijakan baru, atau aturan baru, atau bisa jadi ada barang yang jumlahnya kurang. Kemudian dokumen nya kurang, ya terpaksa kita harus urus izin dan kelengkapan persyaratan lain nya.

Kesulitan lainnya adalah FOKUS, fokus pada produk yang kita impor, jangan semuanya mau di jual. Kita harus belajar fokus membesarkan bisnis kita yang sesuai dengan niche atau passion kita.

Kalau kesulitan teknis, itu gampang. Asal ada pembimbingnya, semua hambatan2 bisa diatasi. Apalagi ada komunitas atau teman2 yang seprofesi. Dulu pun saya awal2 gak pakai mentor, setelah kesana kemari akhirnya ketemu juga mentor yang tepat. JIKA MURID SIAP, GURU AKAN DATANG. Prinsip ini masih relevant hingga detik ini.

Kalau saya ngga salah, Mas Samian kan juga aktif nih sharing soal import.. Ngga takut tersaing? Heheh.. atau ada “jurus” khusus untuk menghadapi persaingan yang sepertinya semakin keras?

Tersaing? Hahahhaa…. nggaklah mas, rezeki kan allah yang bagi, sudah ada jatah nya sesuai kapasitas kita, seharusnya pesaing itu malah dirangkul. Diajak kolaborasi dan bertukar pengalaman.

Sik, sebentar, maksudnya pesaing apa? Pesaing bisnis training impor? atau pesaing bisnis impor?

Kalau pesaing bisnis training? No problem. Saya pada dasarnya bukan pembicara seminar atau pelatihan, tapi saya memang pedagang, seperti yang saya tulis diawal tadi. Siapapun boleh buka bisnis pelatihan/workshop, monggo. Saya malah seneng kalau bisnis ini makin ramai, agar masyarakat kita bisa bangkit ekonomi nya.

Kalau untuk bisnis impor, sama sekali juga gak takut. Saya ini Cuma debu mas, kalau bersaing dengan kelas paus tadi, jelas kalah telak, kalah modal, kalah jam terbang, kalah relasi dan sebagainya. Kalau ada pesaing bisnis ini, malah saya dekati, saya belajar ke dia, biar saya ikut maju. Kita harus punya prinsip, SERIBU KAWAN TERLALU SEDIKIT, SATU MUSUH TERLALU BANYAK. Prinsip ini harus kita pegang erat-erat.

Bagi saya, soal promosi ebook di internet itu, dari saya baca sales letter nya saja saya tahu, kemudian screenshot gambar yang dipakai promosi, saya juga tahu. Itu copy/download dari situs apa. Karena kalau Cuma importir online atau importir kelas teri, bisa di lacak, paling ya itu itu saja sumber nya. Sudah bisa di prediksi.

Karena kalau di china, setiap situs itu ada ke khas an atau ciri ciri khusus , saya kasih contoh, di aliexpress atau alibaba, pasti gambar nya ada watermark tentang “store number” atau nama seller nya, Nah dari situ saya bisa membaca, bahwa apa yang diajarkan oleh pesaing itu levelnya masih kelas pos/fedex atau dhl. Arti nya dia ambil dari aliexpress, yang harga nya jauh lebih mahal dibanding pasar grosir atau pabrikan di china. Aliexpress itu semacam toped nya indonesia.

Sedangkan untuk level paus, situs nya itu ada tersendiri, situs yang di kelola oleh pemerintah dan departemen perdagangan china. Bahkan untuk kesana nya, ada beberapa tempat yang menyediakan hadiah ketika kita datang, bahkan untuk event tertentu ada yang ngasih ganti uang tiket nya. Bahkan diskon tiket pesawat terbang.

Yang paling penting lagi, membaca tanda/kode di situs market place, mana yang bonafide dan credible, ada tandanya, seandainya kita di tipu, maka pihak marketplace yang akan tanggungjawab. Hal hal seperti ini, hanya bisa diketahui oleh orang yang sudah pernah datang ke kantor atau mendatangi di china.atau importir kelas paus. Importir kelas teri gak tahu strategi ini.

Terakhir ya mas, boleh minta nasihat atau tips penutup untuk pemula yang ingin belajar import supaya tidak salah jalan? Atau salah memilih guru..

Tips nya tetap satu, pilihlah mentor yang berpengalaman di lapangan, bukan belajar teori atau Cuma baca buku, tapi pilih lah praktisi. Sama seperti renang, belajar renang tidak bisa hanya dengan membaca buku. Tapi praktek langsung di kolam, hehhehee… betul apa betul?

Kalau mau belajar, jangan ke saya ya, Banyak sekali mentor diluar sana yang jago-jago. Saya mah apa atuh, Cuma kelas teri. Hehhehee…. saya sibuk jualan, dan akhir2 ini sedang belajar fokus ke satu produk untuk jangka panjang. Karena selama ini saya impor pakai sistem musiman, maksudnya gimana? Maksudnya, ketika ada sesuatu yang unik dan punya potensial market di indo, saya hajar. Begitu trend sudah mulai turun, saya ganti baru lagi produknya. Lama lama bosan juga bisnis musiman spt ini. Skrg berusaha fokus buat jangka panjang, yang bisa saya wariskan ke anak cucu kelak.

Nah , skrg saya mulai fokus ke beberapa produk saja, saya brand sendiri, bangun armada penjualan dan yang bisa REPEAT ORDER, sehingga kita jangka panjang nya bagus. Saya menyesal tidak fokus diawal untuk membuat brand sendiri.

Jadi pesan terakhir saya, belajarlah pada orang yang sudah pernah gagal. Agar kita tidak merasakan kepahitan yang sama. Tidak perlu mencoba kalau kesetrum itu sakit, biarkan orang lain saja yagn kesetrum, kita cukup belajar darinya. Tapi kalau mau coba sih gak apa2. Hehehhee…

Sekian tips dari saya, semoga bermanfaat. Jangan lupa, pelajari ilmu nya, siapkan modalnya, tentukan dulu kelas nya, tentukan produknya yang bisa dijual jangka panjang, dan kita pegang brand nya.

Jangan kuatir soal modal, kalau sekarang, seandainya tidak ada duit pun, saya bisa impor. Lho kok bisa? Itulah gunanya relationship dengan pihak pabrikan dan agent. Istilahnya dlm bahasa jawa “BAYAR NGGOWO”, bayar dan bawa. Ketika saya ambil barang, tidak perlu bayar, untuk pengambilan berikutnya, baru bayar. Mereka itu baik2 lho. Kalau sudah akrab dan langganan, seringkali kita di kirimi barang, gak usah bayar dulu, bayar kalau sudah laku.

Jangan lupa, anda harus ada agent atau partner di china, buat urus kargo dan mencarikan barang.

Apalagi skrg perkembangan online shop makin marak, kebanyakan barang2 dari china. Nah dari situ, kita bisa buka jasa beli barang , dengan komisi 3% – 10% dari total order. Contoh nya seperti diatas tadi, jika ada yang belanja 100 juta, maka kita dapat 3-10juta. Cuma modal ilmu, gambar dan relationship. Semua bisa di lakukan dari depan PC atau Smartphone kita. Dah gitu aja.

Mudah apa susah? Mudah, tapi pada prakteknya, harus bener2 menguasai medan.

Makanya jangan jadi importir, jadi importir itu susah, jadi biar saya saja, ahhahahaha…..

Oh ya mas, pertanyaan terakhir. Kira kira ada nggak tempat belajar atau ingin tahu seputar bisnis impor ini?

Ada mas, saat ini, saya sedang mengelola dua situs tentang pembelajaran bisnis impor dan ekspor. Yaitu :

http://www.belajareksporimpor.com ç= blog untuk belajar gratis seputar dunia ekspor impor.

http://www.exportimportblueprint.com ç web untuk member atau yang private mentoring.

http://www.facebook.com/exportimportblueprintcom ç fanpage fb untuk update perkembangan ilmu ekspor impor.

Sedangkan untuk facebook pribadi saya : http://www.facebook.com/samianpacing

Mungkin Anda Datang Kesini Mencari Informasi Tentang :

Silahkan bagikan ke teman-teman anda di :