Modal Untuk Memulai Bisnis Import/Impor

By | 03/09/2016

yuan2Banyak sekali teman temin di FB yang bertanya kepada saya, baik lewat inbox, lewat comment ataupun whatsapp. Mereka bertanya perihal MODAL UNTUK MEMULAI BISNIS IMPORT.

Oke, melalui tulisan ini, saya akan memberikan sedikit gambaran tentang modal untuk memulai bisnis impor.

Begini, bisnis impor itu sebenarnya mudah, dan modal untuk memulainya pun tidak seberapa besar. Yang jadi pertanyaan adalah, ANDA MAU BELI APA? Nah dari sini nanti bisa ditarik kesimpulan, bahwa modalnya adalah sekian.

Sebelum lebih jauh, saya berikan pemahaman terlebih dahulu, apa itu import. Import adalah suatu kegiatan memasukkan barang ke dalam wilayah pabean RI. Wilayah pabean RI adalah wilayah republik indonesia yang meliputi zona udara, laut dan darat dalam wilayah zona ekonomi ekslusif ( zee ) dan landas kontinental kita. Jadi semua kegiatan yang berhubungan dengan memasukkan barang ke wilayah RI, di sebut import. Walaupun anda cuma memasukkan 10 pasang sepatu, ketika itu masuk wilayah RI, sudah bisa disebut import. Seperti itu gambarannya. Faham kan sampai disini?

Jadi berapapun nilai atau jumlah yang anda masukkan, ketika memasuki wilayah kepabeanan indonesia, itu disebut kegiatan impor. Faham ya?

Kemudian, untuk syarat dan kondisi pembelian di luar negeri, itu bergantung dari kebijakan seller ( penjual ), ada yang mensyaratkan minimal beli 1 pasang sepatu, ada yang mensyaratkan minimal 2 lusin ( 24 pasang ), ada juga yang mensyaratkan 100 lusin ( 1200 pasang ). Tergantung dari kebijakan seller. Dengan siapa anda bertransaksi, ada pedagang kecil ( eceran ), ada pedagang besar ( grosiran ), atau bisa jadi dengan pabrikan ( kelas manufaktur ). Jadi beda.

Jadi disini kita ada 3 pilihan mitra bisnis kita. Misal kita beli sepatu running.
Misal :
1. Pedagang retail ( pedagang kecil ).
Jika anda berurusan atau berbisnis dengan pedagang kecil, tentu saja modal anda untuk memulai bisnis ini sangat kecil. Bahkan dengan modal 1 juta pun sudah bisa dapat 10 sepatu

2. Pedagang grosir ( pedagang besar ).
anda membeli produk di pedagang grosir, biasanya diatas 100 pasang sepatu. Misalnya harga nya per pasang 10 dollar, jika anda beli 100 pasang, maka modal yang anda perlu kan adalah 1000 dollar.

3. Pedagang kelas paus ( pabrik/kilang ).
situasi ini berubah jika anda berurusan dengan pabrik sepatu, tentu saja MOQ pabrik biasanya besar, misal minimal order quantity 1200 pasang. Maka tinggal kalikan saja, 10 dollar kali 1200 pasang maka ketemu 12.000 dollar. Atau setara dengan Rp158juta sekian.

Ketiga pedagang tadi, punya syarat dan ketentuan sendiri-sendiri. Termasuk dalam hal ambil profit.
Misal sepatu yang sama, jika anda beli di pedagang retail. Harga nya mungkin mencapai 25 dollar. Jika anda beli di pedagang besar, bisa jadi harganya 20 dollar. Tapi jika anda beli langsung dipabrik, bisa jadi cuma 10 dollar.

Jadi sebenarnya sebelum anda memutuskan mau berbisnis dengan siapa, anda harus tahu dulu. Barang yang mau anda ambil itu apa. Oke, contoh diatas adalah beli sepatu. Bagaimana bila anda mau membeli produk mesin penggiling daging, mesin solar energy, ataupun mesin cetak/sablon kaos. Yang nilainya bisa diatas $300 per unit.

Tentu ini membutuhkan modal yang beda juga. Misal anda mau beli mesin cetak kaos, yang nilai nya 300 dollar. Supaya anda dapat harga murah, maka anda membeli di pedagang kelas grosir. Dengan MOQ sebanyak 50 unit.

Simulasi nya seperti ini :
50 unit x $300 = $15.000. hitung sendiri kurs nya.

Tentu beda kan?

Jadi yang pertama harus anda tentukan adalah, mau beli barang apa dulu, nilai nya berapa. Kalau sudah ketemu. Tinggal jawab lagi pertanyaannya, mau beli dimana dan dengan siapa serta kelasnya apa.
Jika anda sudah bisa menjawabnya semua, sudah bisa disimpulkan, modalnya sekian.

Soal besar atau kecil, itu relatif. Mungkin bagi saya, 100 juta itu besar bagi saya, tapi bisa jadi anda yang sudah milliarder, 100juta ini kecil.
Atau misal lagi, 50 juta bagi saya kecil, tapi bagi anda yang baru mau belajar impor, 50juta adalah nilai besar.
Jadi tinggal persepsi kita, dan dimana level kapasitas finansial kita.
Jadi kalau tanya besar atau kecil, jawabannya RELATIF. Tergantung kelas finansial anda, apakah anda pedagang besar atau pedagang kecil. Saya tidak tahu situasi anda saat ini.

Jadi untuk menjawab pertanyaan anda soal berapa besar modal untuk memulai bisnis import adalah, JAWAB PERTANYAAN DIBAWAH INI .

A. Produk apa yang mau anda beli? ……..
B. Berapa harga per biji/unit?……..
C. Berapa jumlah yang mau anda beli?…….
D. Dengan siapa anda berbisnis? Pedagang ritel, pedagang grosir, atau pabrik? Minimal pembelian berapa?’…….

Nah dari pertanyaan diatas, maka jika anda bisa menjawab, akan ketemu. Tinggal kalikan saja.
RUMUSNYA : B x C = besar nya modal yang anda butuhkan untuk memulai.

Simpel kan?

Jadi bagi anda yang punya duit pas pasan, tetap saja bisa memulai bisnis import. Gak perlu bingung. Impor saja produk yang sesuai dengan kemampuan keuangan anda. Kalau duit anda kecil, ya beli saja produk yang nilai nya rendah ( kecil ), jangan beli yang produk mahal.

Misal anda punya uang 3 juta saja. Bingung mau impor apa.
Contoh : uang 3 juta, bisa anda belikan sepatu bayi, yang (misal ) nilainya per pasang adalah Rp25.000. maka uang 3 juta tersebut sudah dapat 120 pasang. Banyak kan? Kalau per pasang dapat profit minimal 100% saja. Maka anda sudah profit 3 juta. Dari modal anda yang cuma 3 juta, bisa dapat profit 3 juta. Total modal anda sekarang jadi 6 juta, jika barang dagangan anda udah habis terjual.

Nah contoh lagi, misal modal anda cuma 3 juta, tapi anda belikan SPEAKER AUDIO yang nilai nya per set adalah 500.000, maka uang 3 juta tersebut cuma dapat 6 unit speaker audio. Jelas kan gambarannya disini?

Jadi sesuaikan kapasitas modal dan kemampuan kita. Jangan “koyo-koyo” atau meloncat tiba2, harus bertahap. Mulai dari terkecil, bertumbuh, dan akhirnya berkembang seperti pohon besar, yang akarnya kuat, daunnya rimbun dan mampu memberi rasa teduh bagi orang yang lewat.

Oh ya, soal mencari pedagang besar atau kelas grosir, saya punya informasi soal dimana beli yang murah atau grosiran. Harganya dijamin miring bila dibanding anda kulakan di Indonesia. Rencana akhir agustus ini saya dan teman2 lain mau ke china, kulakan. Bagi anda yang mau ikut, silahkan kontak saya. Syaratnya cuma anda harus punya uang saku dan paspor yang masih aktif minimal 8 bulan.
Nanti anda akan saya ajak keliling ke pusat grosir barang2 kebutuhan harian maupun barang unik, termasuk pusat elektronik dunia di shenzhen. Tempat kulakan orang-orang dari seluruh dunia, termasuk dari usa dan eropa.

Nanti anda akan saya ajak mengunjungi setiap tempat kulakan. Dan bagaimana cara memilih supplier dan bernegosiasi dengan mereka, walaupun anda tidak tahu bagaimana cara berkomunikasi dlm bahasa mandarin. Gampang kok. Join aja. Ketahui dulu medan dan situasinya. Ke depan kalau sudah ada modal yang cukup, baru HAJARRRR….

Anda tidak harus impor saat itu. Yang penting dalam perjalanan ini adalah memastikan bahwa mitra bisnis kita ada, atau eksis keberadaannya. Kita tahu toko nya, tahu lokasi nya, kenal siapa boss ( pegawai ) nya, jadi anda tidak was-was ketika bertransaksi. Kemudian kita kesana bisa survey peluang apa yang bagus dibawa ke indonesia, kemudian produk apa yang hot atau lagi trend disana. Bisa kita impor nanti, kita jual di Indonesia.
Kalau nggak ngerti impor, jangan kuatir. Nanti kita kasih pembekalan sebelum berangkat. Anda pasti bisa impor dan datangin barang sampai ke Indonesia.

Jika ada yang kurang jelas tentang modal impor, bisa komentar dibawah ini. Atau jika kurang jelas soal info ke China, bisa kontak saya by inbox. Atau whatsapp ke 082142533444.

Samian Pacing.

Mungkin Anda Datang Kesini Mencari Informasi Tentang :

Silahkan bagikan ke teman-teman anda di :